Kesedihan di Akhir Ramadhan
Pada saat ini
kita berasa di penghujung Ramadhan 1447 H, yang merupakan detik detik terakhir
berpuasa dibulan ramadhan tahun ini. Berkumpul dua rasa, yaitu bahagia dan
sedih, peraaaan bahagia muncul karena Kita sudah Allah berikan kesempatan dibulan
ini melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh, yang semoga keberkahan dan ampunan
kita dapatkan. Namun ada juga perasaan sedih karena situasi ramadhan yang penuh
dengan kenangan dan ritual pekaksanaan ajaran islam begitu sangat nampak ditengah-tengah
masyarakat yang sebentar lagi akan kembali seperti semula, karena ini sudah
kita alami beberap tahun yang telah berlalu.
Kesediahan itu
ternyata bukah hanya dialami oleh kita manusia saja tetapi juga dialami oleh
bumi langit dan para malaikat sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِذَا
كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
وَالْمَلَائِكَةُ مَصِيبَةً لِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَصِيبَةٍ هِيَ؟ قَالَ عَلَيْهِ
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: ذَهَابُ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيهِ
مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَقَاتُ مَقْبُولَةٌ وَالْحَسَنَاتُ مُضَاعَفَةٌ
وَالْعَذَابُ مَدْفُوعٌ.
“Jika
malam terakhir Ramadhan tiba, langit, bumi, dan para malaikat menangis karena
musibah bagi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ditanyakan
kepada beliau: ‘Wahai Rasulullah, musibah apakah itu?’ Rasulullah menjawab,
‘Perginya Ramadhan. Karena sesungguhnya di bulan Ramadhan itu semua doa
dikabulkan, sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan
siksa ditangguhkan.'”
Keistimewaan-keistimewaan
tersebut tidak bisa kita dapati di bulan-bulan selain Ramadhan. Semua itu
hilang bersamaan dengan perginya Ramadhan.
Sementara
itu, tak ada seorang pun—bahkan diri kita sendiri—yang bisa menjamin apakah
kita pasti bertemu dengan Ramadhan tahun depan.
Rasulullah
mengajari doa pada akhir Ramadhan :
اللَّهُمَّ
لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ
فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَلاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا
“Ya Allah, janganlah Kau jadikan puasa ini
yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai puasa terakhir,
jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku sebagai
orang yang Engkau haramkan (dari rahmat-Mu).”
Sebagai orang muslim mari kita terus berusaha meneladani rasulullah SAW semoga hidup kita diberkahi dan akhir hayat kita diridhai AllahSWT. amiiin

0 Response to "Kesedihan di Akhir Ramadhan"
Posting Komentar