Istqamah dalam kebaikan agar tidak bangkrut
Jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut
Istiqamah dalam kebaikan dan jangan sampai kita menjadi orang yang setelah berbuat baik kemudian kita lebur kembali dengan tindakan kita yang tidak baik, sebagaimana firma Allah SWT
Surat An-Nahl Ayat 92
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Artinya: Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
Jangan sampai kita sudah bersusah payah tetapi kita kecewa pada akhirnya :
Orang-orang yang bangkrut di akhirat disebut dalam hadits sebagai:
الْمُفْلِسُ al-muflis
“Orang yang bangkrut.”Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa bangkrut yang sebenarnya bukan sekadar kehilangan harta, tetapi kehilangan pahala di akhirat.
Hadits Nabi ﷺ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟
قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ.
فَقَالَ:
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab:
“Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta.”
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu, dan memukul si ini. Maka diberikanlah pahala-pahalanya kepada mereka. Jika pahala-pahalanya habis sebelum semua tuntutannya selesai, dosa-dosa mereka dipindahkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.”
Terjemahan Ringkas
Orang yang rajin ibadah bisa menjadi “bangkrut” bila ia menzalimi manusia dan tidak menjaga hak-hak sesama.
0 Komentar