Keberkahan di Awal Zulhijjah
KEBERKAHAN DI
AWAL DZULHIJJAH
اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى
اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) (سورة الفجر: 1 -3)
Sidang Jamaah Jum'at rahimakumullah.
Mari kita
manfaatkan kesempatan yang Allah berikan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ
مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu
dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)
Saat ini, kita
berada pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah 1446 H, hari-hari yang
dicintai dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tahun ini, tanggal satu
Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2025. Pada hari Jum’at ini, berarti
kita berada pada hari ketiga Dzulhijjah, baerarti kita berada dalam kesempatan
yang Allah berikan.
Rasulullah saw
melalui hadits-haditsnya. Di antaranya, dalam khutbah haji wada’, Rasulullah
saw menyampaikan:
إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ
خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا
أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ
وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Artinya:
Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada
hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, di
antaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu
Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar
yaitu antara Jumadil Tsani dan Sya’ban (HR Bukhari)
Kita masih
berada pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, kita sangat dianjurkan untuk
melakukan dan memperbanyak amal-amal kebaikan. Amal-amal kebaikan yang
dilakukan di dalamnya, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah ta’ala. Marilah
kita isi hari-hari yang mulia ini dengan berbagai kebaikan dan ketaatan kepada
Allah ta’ala.
Sidang Jamaah
Jum'at rahimakumullah.
Begitu mulianya
sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala
bersumpah dalam al-Qur’an dengan hari-hari itu dalam firman-Nya:
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) (سورة الفجر: 1-3
Artinya: Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama
bulan Dzulhijjah, demi hari arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan demi hari raya
Kurban (QS al-Fajr: 1-3).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bukhari,
at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu
‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا
مِنْ أيّامٍ الْعَمَلُ الصّالِحُ فيهَا أحَبُّ إلَى الله مِنْ هَذِهِ الأيّامِ
يَعْني أيّامَ الْعَشْرِ قالُوا: يَا رَسُولَ الله وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ
الله؟ قالَ وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ الله إلاّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ
وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ (رواه البخاري وأحمد والترمذي
وأبو دود وابن ماجه
Artinya: Tidak ada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai
oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya,
“Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama daripada jihad di jalan Allah?"
Rasulullah menjawab, “Termasuk lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah
kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak
kembali dengan sesuatu apapun dari jiwa dan hartanya karena ia mati syahid di
medan jihad” (HR al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:
واستدل به على فضل صيام عشر ذي الحجة
لاندراج الصوم في العمل
Artinya: Hadits
ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena
puasa termasuk amal saleh,
والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من
أول ذي الحجة
Sidang Jamaah
Jum'at rahimakumullah.
Pada sepuluh
hari pertama bulan Dzulhijjah, terdapat hari yang paling utama sepanjang tahun,
yaitu hari Arafah atau hari kesembilan Dzulhijjah yang tahun ini jatuh pada
hari kamis, 5 Juni yang akan datang. Pada hari Arafah, kita lebih
ditekankan lagi untuk melakukan berbagai kebaikan serta berpuasa dan
memperbanyak doa pada hari itu. Ketika ditanya mengenai
puasa Arafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
وَالْبَاقِيَةَ (رواه مسلم (
Artinya: Puasa Arafah memiliki keutamaan
menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan
datang” (HR Muslim)
Dalam hadits
lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan hari
arafah dalam sabdanya:
مَا
مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ
يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه مسلم
Artinya:Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari
neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah” (HR Muslim).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam
Malik dalam al-Muwaththa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
مَا رُؤِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ
فِيْهِ أَصْغَرُ، وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي
يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الإمام مالك
Artinya:
Tidaklah syetan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih ternista dan lebih
marah kecuali pada hari Arafah” (HR Imam Malik).
Hal
itu dikarenakan begitu banyak rahmat Allah yang turun pada hari Arafah dan
begitu banyak pengampunan dosa yang Allah anugerahkan kepada para hamba-Nya
pada hari itu. Hal-hal semacam ini tentu sangat dibenci oleh syetan.
Hari Arafah juga adalah hari mustajabnya doa sebagaimana disabdakan oleh
Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ
عَرَفَةَ وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لَا
إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ (رواه الإمام مالك
Artinya:
Doa yang paling utama adalah doa pada hari Arafah dan sebaik-baik yang aku dan
para nabi sebelumku ucapkan adalah kalimat tauhid, yaitu
لَا
إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah.
Bagi yang akan
berkurban, disunnahkan mulai awal Dzulhijjah sampai dengan hewan kurbannya disembelih
untuk tidak memotong rambut dan kukunya sebagaimana hal itu dijelaskan dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Terakhir, kami
sampaikan bahwa malam Hari Raya Idul Adha juga adalah salah satu malam
yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaiman
hal itu ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm:
بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ
الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ
الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ
النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah
dikatakan," Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam
jum'at, malam Hari Raya Idul Adlha, malam Hari Raya Idul Fithri, malam pertama
bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban. Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah. Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat
bagi kita semua.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ
هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
0 Komentar